Translate This Page
Tag Cloud
RSS Feed
Berita dapat disindikasikan menggunakan rss feed berikut.
-
-
-
-


Ketika Bangsa Sendiri Menjadi Penjajah

Salasa, 03 Januari 2006 - 12:46:46
Ats-Tsalatsa, 3 Dhul Hijja 1426 H

Ranah-Minang.Com - Malam sudah melewati setengah jalan, ketika roda mobil yang ditumpangi baru saja berhenti berputar di tanah Kenagarian Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limo Puluh Koto. Suasana sedikit panik langsung terasa ketika kaki diturunkan dari mobil. Kabar yang beredar, 2 mahasiswa dari Padang dan 2 aktivis dari LBH Padang yang mendampingi masyarakat Mungo, menghilang. Sebelumnya, beredar kabar akan ada sweeping dari polisi dan TNI di kawasan peternakan Balai Peternakan Bibit Unggul atau BPTU milik Ditjen Bina Produksi Departemen Peternakan RI yang terletak di Mungo, yang sebagian besar lahannya di kuasai warga.

Para mahasiswa dan aktivis LBH segera menggunakan semua saluran yang ada, untuk melacak keberadaan rekannya. Untungnya, menjelang subuh, keberadaan empat orang itu segera di ketahui. Mereka ternyata bukan diculik, tetapi bersembunyi di rumah warga di kawasan perbukitan di kaki Gunung Sago. Mereka memang sengaja sembunyi menghindari isu sweeping yang entah dari mana asalnya, namun sudah terlanjur merebak di seantero kampung. [Salangkoknyo...]
Kecek-Kecek: 0 | email untuak kawan model cetak buek pdf untuk kaba ko

Lubang Japang di Bukittinggi: Ketika si Pandir Merasa Telah Pintar

Akhaik, 08 Mei 2005 - 22:36:33
Al-Ahad, 29 Rabi Al-Awwal 1426 H

Ranah-Minang.Com - Sejak awal, Lubang Japang di kawasan Panorama Bukittinggi, dikenal karena lubang yang memiliki banyak ruangan itu dibuat oleh tentara pendudukan Jepang. Cara pembuatannya juga menjadi daya tarik tersendiri, karena lubang itu digali oleh ribuan pekerja paksa yang oleh Jepang disebut dengan Romusha. Dengan begitu, Lubang Japang memiliki nilai sejarah yang begitu kuat dengan sejarah kemerdekaan negara ini. Artinya, orang-orang yang datang dan ingin melihat Lubang Japang, pastilah ingin menyaksikan sebuah lubang peninggalan tentara Jepang yang dulunya dijadikan sebagai basis pertahanan. Tapi bagaimana dengan kondisinya sekarang? [Salangkoknyo...]
Kecek-Kecek: 0 | email untuak kawan model cetak buek pdf untuk kaba ko

Silek Minangkabau, Warisan Budaya Yang Perlu Diselamatkan

Salasa, 08 Maret 2005 - 13:51:24
Ats-Tsalatsa, 27 Muharram 1426 H

Ranah-Minang.Com - Gerimis secara perlahan membasahi bumi Kota Payakumbuh. Debu yang menutupi lapisan atas jalan beraspal di kota itu, perlahan luruh disiram hujan. Di sela gerimis tersebut, di beranda sebuah pondok yang terletak di Kubu Gadang, tepat di pinggir ruas jalan lingkar utara, seorang lelaki tua yang rambutnya sudah memutih dan kumis melintang yang juga telah memutih, terlihat duduk tenang. Di kepalanya yang berambut jarang tersebut, sebuah topi ala koboi tertonggok. [Salangkoknyo...]
Kecek-Kecek: 0 | email untuak kawan model cetak buek pdf untuk kaba ko

Balimau, Tradisi Salah Kaprah Yang Membudaya

Akhaik, 10 Oktober 2004 - 17:36:33
Al-Ahad, 25 Sha'ban 1425 H

Ranah-Minang.Com - Bagi kalangan anak muda, datangnya Bulan Suci Ramadhan menjadi kegembiraan tersendiri. Ini terkait dengan pelaksanaan tradisi balimau, yang sering digunakan kalangan muda untuk berduaan di lokasi-lokasi balimau. Ujungnya, balimau yang sebenarnya ditujukan untuk menyucikan diri sebelum memasuki Ramadhan, tak jarang justru menjadi ajang berbuat maksiat antara muda-mudi yang memanfaatkan momen. Nauzubillah. [Salangkoknyo...]
Kecek-Kecek: 0 | email untuak kawan model cetak buek pdf untuk kaba ko
Laman       >>  
Artikel
oleh: Wisran Hadi
Semestinya, keberadaan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Padang Panjang bagi masyarakat Sumatr.....
oleh: Dr.H. Ismail Novel, Angku Rumah Panjang, M.Ag
Masalah kewarisan sudah cukup lama menjadi kontoversi di kalangan ulama Minangkabau. Adalah Ahmad Kh.....
Nan Bakunjuang

Pangunjuang: 15, Dunsanak: 0...
paliang banyak bakunjuang: 500
(dunsanak: 0, pangunjuang: 500) katiko 06 Ags : 17:49



djamboe